RUMAH, BISNIS, KULINER, & TEKNO

Memberikan beragam informasi & tips seputar rumah, bisnis, kuliner, teknologi, dan aktivitas lainnya.

Mau Bangun Startup? Ketahui 4 Aturan Pajak Berikut Buat Para Founder



Pajak merupakan hal yang wajib dibayar untuk masyarakat indonesia guna untuk memajukan pembangun. Namun tidak hanya perorangan saja, pajak juga mewajibkan badan usaha untuk membayarnya.
Sekarang di Indonesia, sedang banyak berkembang startup, mulai dari e-commerce atau hanya platform yang menyediakan informasi. Dalam membangun startup pun perlu mengurusi pajak. Sehingga sebelum membuat startup, penting melakukan konsultan pajak indonesia (Indonesia Tax Consultant).

Bagi kalian yang ingin membangun startup, ini dia 4 (empat) aturan paja yang perlu diketahui;


Berbadan Hukum
Untuk membangun startup, aturan awal ialah membuat startup tersebut memiliki badan hukum. Dengan memiliki badan hukum akan usaha kalian, akan lebih mudah mendapatkan investor.
Jika ingin membangun startup, buatlah Perseoran Terbatas (PT) karena memiliki resiko yang cukup kecil, bila terjadi sesuatu akan perusahaan. Bila perusahaan mengalami kerugian, para stakeholder cukup mnegeluarkan biaya sesuai dengan modal usaha pada saat pertama kali membuatnya.
Dengan berbadan hukum, menandakan bahwa startup kalian legal dalam dimata hukum dan pemerintahan.

Membuat NPWP
Tidak hanya perseorangn yang wajib untuk membuat NPWP, namun badan usaha wajib memiliki NPWP, tak terkecuali startup. Mengapa? Karena dengan membuat NPWP untuk badan usaha akan mempermudah dalam urusan administrasi pajak. Dengan membuat NPWP, perusahaan akan mendapatkan data detail mengenai pajak yang harus di bayar dan tidak.
Selain itu, dengan membuat NPWP perusahaan akan mudah meminjam sejumlah biaya kepada bank untuk membangun startup tersebut.

Pajak untuk layanan yang bersifat gratis
Pajak tidak hanya untuk berbayar, namun untuk startup yang masih menyediakan pelayanan gratis untuk para pengguna, juga wajib untuk membayar pajak.
Dengan kata lain, walaupun startup menyedaikan layanan gratis tetap diwajibkan untuk membayar pajak untuk layanan gratis.

Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak yang akan dikenakan untuk bangun startup ialah pajak pertambahan nilai dan pajak pengahasilan.
Pada pajak penghasilan (PPh), setiap orang yang membuat usaha ataupun tempat tinggal tidak akan terlepas pada pajak penghasilan ini. Namun, untuk setiap startup yang belum memiliki penghasilan 4.8 miliyar, dapat menjadi pengusaha yang tidak kena pajak. Atau tidak menjadi pengusaha kena pajak (PKP)
Hal ini karena biaya PPh yang cukup memberatkan untuk para pemula yang baru membangun atau memulai startup.
Namun, untuk pengusaha yang memilih untuk tidak menjadi PKP, tetap membayar Pajak pertambahan nilai (PPN).

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Mau Bangun Startup? Ketahui 4 Aturan Pajak Berikut Buat Para Founder
      Komentar(0)